Camel Ratio to Profit Growth of Indonesian Islamic Commercial Banks Listed on the IDX for the period 2018-2020

Authors

  • Tensy Agustiana, Andang Sunarto Ph.D, Evan Setiawan S.E., M.M
  • Univestiast Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
  • Univestiast Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

DOI:

https://doi.org/10.37194/jpmb.v4i1.115

Keywords:

KAP (Earning Asset Quality), NPM (Net Profit Margin), ROA (Return of Assets), BOPO (Operating Costs and Operating Income)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor pendorong pertumbuhan laba Bank Umum Syariah Indonesia yang terdaftar di BEI dengan menggunakan rasio CAMEL. Jenis penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh secara tidak langsung melalui media perantara dengan menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif. Laporan Keuangan Bank Umum Syariah Metode pengumpulan data berasal dari laporan keuangan. Dari hasil studi kelayakan terhadap 7 faktor variabel yang mempengaruhi pertumbuhan laba, dengan menggunakan Metode Bartlett Test Of Sphericity dan MSA (Measure Of Sampling analysis), diketahui bahwa 4 faktor tersebut adalah KAP (Earning Asset Qualit), Net Profit Margin (NPM), RO (Return On Assets) dan BOPO (Operating Coats and Operating Income) semuanya mempengaruhi pertumbuhan pendapatan Bank Umum Syariah Indonesia yang Terdaftar di BEI terhadap rasio CAMEL. Faktor pertama nilai MMA adalah jika nilai MSA untuk pendapatan KAP (Kualitas Aktiva Produktif) MSA adalah 0,645 atau lebih tinggi dari 0,5, untuk (NPM) Net Profit Margin nilai MSA adalah 0,792 atau lebih tinggi dari 0,5, untuk Return Pada Aset (ROA) nilai MSA  adalah 0,616 atau lebih tinggi dari 0,5 , dan untuk BOPO (Biaya Operasi dan Pendapatan Operasional)  nilai MSA adalah 0,564 atau lebih tinggi 0,5.

Downloads

Download data is not yet available.

Additional Files

Published

2022-02-26

Issue

Section

Articles