Simple Moving Average: Lebih baik dibanding Buy and Hold Strategy?
Sebuah pengujian terhadap 38 Emiten LQ 45 di Tahun 2020
DOI:
https://doi.org/10.37194/jpmb.v3i1.63Kata Kunci:
Simple Moving Average, Indonesian Stock Market, LQ 45 Stocks, Buy and Hold StrategyAbstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan periode optimal dari teknik Moving Average yang dapat digunakan untuk mendapatkan return yang lebih baik pada 38 emiten yang termasuk dalam LQ 45 Indeks di Indonesia. Penulis menggunakan 2 pendekatan yaitu momentum dan kontrarian serta mengaplikasikan teknik Simple Moving Average dengan beragam modifikasi periode pada data perdagangan harian di tahun 2018 dan 2019. Periode optimal tersebut kemudian diuji ulang dengan memakai data di tahun 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi momentum lebih unggul dibandingkan strategi kontrarian, namun secara keseluruhan kedua strategi ini menghasilkan return yang lebih baik dibandingkan strategi Buy dan Hold. Secara spesifik, rata-rata kerugian investor yang mengadopsi strategi Buy and Hold sebesar 26.43% di tahun 2020, jauh lebih tinggi dibandingkan mereka yang menerapkan strategi kontrarian (pendekatan kedua) yang hanya akan mengalami penurunan nilai kekayaan sebesar 9.91% dan 2.61% untuk yang menerapkan strategi momentum (pendekatan pertama).
Unduhan
File Tambahan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
This journal is protected by Indonesia and International copyrights law. Reproduction and distribution of the journal without written permission of the sponsor is prohibited.
Copyrights © 2019 Jurnal Pasar Modal dan Bisnis